Andre Tongjo & Seni Menghipnotis Moshpit: Dari Happy Ride ke Ultra Mode
Satu orang, satu fixed gear, dan puluhan pesepeda yang akhirnya kecanduan jarak jauh.
Awalnya cuma gowes santai keliling kota. Tapi di Moshpit, semua bisa berubah cepat. Andre Tongjo bukan sekadar rider fixed gear dia adalah pemantik. Dari perjalanan lintas kota ribuan kilometer, grup ride Ring Merapi–Merbabu, sampai ultra ride ratusan kilometer, pengaruhnya pelan tapi pasti menggeser mental banyak anggota Moshpit. Fixed gear jadi DNA, jarak jauh jadi candu, dan batas fisik bukan lagi alasan.
Abdel Qadir

Andre Tongjo dikenal sebagai sosok yang “menghipnotis” anggota komunitas Moshpit. Bukan cuma ngajak gowes kota-kota santai, tapi juga menyeret mereka masuk ke latihan yang lebih advance atau sederhananya: cari teman latihan yang serius. Nggak heran kalau banyak yang menilai Moshpit sebagai komunitas yang isinya doyan ultra. Karena dari obrolan sampai rencana ride, jarang yang jaraknya nanggung.
Bahkan di awal-awal pembentukan Moshpit, Andre Tongjo langsung bikin gebrakan. Ia mengayuh sepeda dari Yogyakarta ke Pekanbaru, lalu diteruskan ke Padang, dengan satu misi: mengenalkan nama Moshpit. Jaraknya? Lebih dari 2.000 km, ditempuh dalam waktu sedikit lebih dari 14 hari.

photo by agiptian / jundi
Dari situlah, Moshpit yang bahkan belum genap setahun berdiri sudah menuliskan kisahnya sendiri. Efek dominonya terasa cepat, Banyak anggota Moshpit akhirnya ikut tergoda untuk mencoba long ride atau ultra, mengikuti jejak Andre Tongjo Dari apa yang kita bahas kali ini Andre Tongjo menjalani long ride menggunakan sepeda berjeniskan fixed gear, Andre bukan cuma punya mental baja, tapi juga keberanian yang bisa dibilang di luar nalar. Saat banyak ultra rider memilih multispeed, ia justru setia memakai fixed gear. Bagi Andre Tongjo, fixed gear bukan sekadar pilihan itu sudah DNA.
Jundi adalah salah satu “korban” pengaruh Andre Tongjo. Dulu cuma gowes happy-happy, sekarang sudah mampu menaklukkan event 5.500. (baca ceritanya jundi terseret pleton). Di dalam Moshpit, banyak anggota yang akhirnya terbiasa dengan long ride atau dalam bahasa gaulnya: ultra. Pada tahun 2024, Moshpit pernah menggelar grup ride sejauh kurang lebih 250 km, dikenal sebagai Ring Merapi Merbabu. dan diikuti hampir 11 orang anggota moshpit, dan beberapa dari sebelas orang itu ada yang belum pernah sama sekali long ride dan ya, itu semua hasil bujukan Andre Tongjo.

photo by Gilang Tikum
Haidar, yang baru empat bulan bersepeda, sudah ikut terhipnotis. Begitu juga Yudis, yang bahkan belum pernah gowes di atas 100 km.
Dari penaklukan Ring Merapi Merbabu lah awal mula hampir setengah anggota moshpit mulai terbiasa dengan long ride. Setelah Ring Merapi Merbabu, saya sendiri merasakan betapa powerfull-nya ajakan Andre Tongjo. Ia merencanakan long ride dari Jogja ke Baluran, finish di Banyuwangi, sejauh 600 km. dengan formasi Mas Kutur Pak Willian, Jundi, Haidar, Andre Tongjo, Abdel, Vito & Afgan.
Baru-baru ini, pada Desember 2025, Andre kembali mengayuh dari Jakarta menuju Yogyakarta sejauh 540 km. Menemani temannya Yasta ingin bersepeda setelah wisudanya. dengan formasi : Yasta, Andre, Albaskoro, Rama.
Entah ini menjadi musimnya atau karena pengaruh Andre Tongjo, banyak event ultra yang diadakan, anggota komunitas moshpit sering ikut serta seperti event Lakoni, 5500, 6 to 6, atau event baru yang diadakan oleh ULTRA WISATA dari Jogja ke Ranupani 500km 5000e.g. Dari apa yang dia telah jalani semua pasti mempunyai alasan, Andre Tongjo memiliki cita-cita besar untuk ikut serta dalam Event Bentang Jawa, Lintang Flores, bahkan juga ingin menaklukan Event Lintas Borneo melewati dua negara. AMINNNNNN